Terbaru & Terpercaya
LEADERBOARD_MARKER
Keamanan

Mitigasi Serangan SSRF dan DNS Rebinding pada Arsitektur Web Modern

Server-Side Request Forgery tetap menjadi vektor ancaman utama pada layanan pengunduh konten; berikut strategi pertahanan berlapis yang wajib diterapkan.

Andi Pratama
Andi Pratama
1 menit baca
Bagikan:
GTechUpdate Tech Banner
Foto: GTechUpdate Tech Banner

Fitur web yang menerima URL masukan dari pengguna untuk keperluan preview, web scraping, atau pemendekan tautan selalu rentan terhadap eksploitasi Server-Side Request Forgery (SSRF). Penyerang dapat memaksa server internal menghubungi metadata cloud, port manajemen internal, atau basis data lokal.

INARTICLE_MARKER

Teknik DNS Rebinding memperburuk ancaman ini dengan mengeksploitasi celah waktu antara pengecekan alamat IP (resolve time) dan saat permintaan HTTP aktual dikirimkan (request time). Server yang hanya memvalidasi domain di awal dapat tertipu ketika DNS server penyerang mengubah respon ke IP privat seperti 127.0.0.1.

Pertahanan yang kokoh mewajibkan penggunaan resolusi IP eksplisit, verifikasi rentang CIDR RFC 1918 dan loopback, serta penguncian koneksi langsung ke IP yang telah diverifikasi dengan header Host yang disesuaikan. Melarang protokol non-HTTP dan port selain 80/443 merupakan fondasi utama keamanan.

Penerapan pertahanan berlapis di tingkat jaringan dan kode aplikasi adalah satu-satunya cara memastikan infrastruktur tetap aman dari infiltrasi internal.

Andi Pratama

Andi Pratama

Kontributor Redaksi

Spesialis keamanan siber, ethical hacker, dan analis kerentanan infrastruktur jaringan industri.

Artikel Terkait

Lihat Semua →